Sabtu, 18 Juli 2009

DAKWAH

Indahnya Menyebarkan Syari'ah Islam

Pernah suatu saat saya bepergian menggunakan jasa kereta api. Di awal perjalanan, seorang penumpang nampak sedang berdoa dengan lantang, penuh kekhusu’an dan ketenangan. Kemudian terbersit dalam benakku suatu ungkapan yang memaksaku berhenti pada awal do’a, yakni “Mengikuti sunah Rasulullah”. Saya membayangkan bagaimana jika syiar-syiar Islam dieksplorasi dan dijaga syariat sehingga membekas di hati umat Islam. Kita telah mendengar bahwa saat Rasulullah akan memerangi suatu kaum, beliau mengamati terlebih dahulu, jika mereka masih mendengar adzan, maka perang diurungkan. Jika tidak, barulah beliau memeranginya. Para ulama fiqh juga telah menegaskan, jika penduduk suatu negeri enggan menegakkan salah satu dari syiar Islam, maka mereka wajib diperangi. Sebagaimana Abu Bakar ra telah memerangi kaum yang enggan mengeluarkan zakat.

Sungguh menyebarkan syiar Islam adalah suatu kenikmatan besar dan terbesar:

Dengan menampakkan syiar Islam berarti kita menampakkan rasa syukur kepada Allah, taat pada ajaran Rasulullah, melaksanakan ajaran Islam, mempererat agama, berdakwah agar orang lain masuk agama Islam, bukti bahwa Negara berpegang teguh pada ajaran Islam, bukti ketakwaan, mengagungkan Allah, menunjukkan identitas dan kebudayaan suatu masyarakat, mengingatkan orang yang lupa dan lalai, memperoleh kepastian petunjuk, membantu meningkatkan ketaatan dan menegakkan syariat serta rasa tentram dari turunnya adzab dan tersebarnya fitnah.

Syiar Islam yang acapkali kita temukan di Negara kita antara lain: kumandang adzan, shalat lima waktu secara berjamaah, shalat istisqa’, shalat kusuf, shalat ‘Ied, shalat tarawih, zakat fitrah, puasa ramadhan, haji, menyembelih kurban, amar ma’ruf nahi munkar, pengajian al quran, majlis ulama dan majlis dakwah, hukum syariat, keharusan untuk berperilaku sesuai syariat di muka umum, perbaikan metode pembelajaran, menjaga amal shalih dan sebagainya. Tentunya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Semoga Allah memperbaiki dan menyempurnakannya.

Simaklah Firman Allah berikut ini:

“Dan barangsiapa mengagungkan syiar Allah, maka (hal itu menunjukkan) ketakwaan hatinya.”
“Dan barangsiapa mengagungkan kehormatan Allah, maka hal itu lebih baik baginya menurut Tuhannya.”

Juga sabda Rasulullah saw:

“Islam dibangun di atas lima hal; syahadat, shalat, zakat, puasa ramadhan, dan haji ke baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika iman seseorang semakin kuat, maka semakin teguh pulalah dia memegang dan menyebarkan syiar Islam. Jika imannya semakin lemah, maka semakin lemah pula keinginannya untuk menampakkan syiar Islam, sampai pada akhirnya, hanya shalat yang dia lakukan, itupun dilakukannya dengan sembunyi-sembunyi, malu jika dilihat orang lain. Sungguh amat disayangkan. Kini, orang yang masih memegang teguh agamanya telah jarang ditemukan di negara-negara muslim. Jika sudah begitu, maka Islam akan semakin tenggelam dan meredup. Cobalah pergi ke Negara-negara yang sama sekali tidak terlihat syiar Islam, maka anda akan menyadari betapa nikmat yang besar telah hilang dari negeri kita. Betapa ketakutan dan kalalaian telah mengunci otak kita. Semoga Allah berkehendak memberikan pertolongan-Nya.
Musuh-musuh Islam akan terus bersikeras menghilangkan syiar agama Islam. Mereka ingin menjadikan agama hanya sebagai ritual-ritual antara seseorang dengan Tuhannya, tidak lagi berimplikasi dan berperan dalam kehidupan dan interaksi manusia. Pada akhirnya, manusia merasa bebas dari tanggung jawab menjaga syiar agama. Waspadalah, tipu-daya mereka benar-benar buruk dan mengejutkan.

Mudah-mudahan Allah melindungi Negara yang kita cintai ini dari fitnah dan tipu daya mereka, juga Negara muslim yang lain. Semoga Allah menyelamatkan kita, memberi petunjuk kepada para pejabat pemerintahan kita sesuai dengan kasih dan ridlanya, memberi kita pertolongan dalam menyebarkan syiar Islam, memberikan pahala yang berlipat, memberi anugerah kesehatan dan menjauhkan kita dari segala marabahaya. Semoga Allah melemahkan kekuatan musuh-musuh Islam. Segala puji bagi Tuhan, dzat pemelihara alam semesta

Tidak ada komentar: