Oleh: Sirah Mustaqimah (XI-Bahasa)
Dulu,
Suasananya begitu damai
Dulu,
Suasananya begitu tenang
Dulu,
Suasananya begitu menyenangkan
Pagi hari,
Anak-anak berjalan riang ke sekolah
Sore hari,
Anak-anak bermain di tepi sungai,
Yang airnya terus mengalir
Damai , indah dan menyenangkan
Kini,
Sejak lumpur lapindo
Memuntahkan isi perutnya
Seluruh kampung terkubur lumpur
Tiada lagi,
Sekolahan tempat belajar
Tiada lagi,
Musalla dan TPQ tempat mengaji
Tiada lagi,
Masjid tempat bersujud
Tida lagi,
Rumah maupun gedung
Tempat bernaung
Semuanya bak lautan
Tenggelam dalam lumpur
Tak sedikitpun yang tersisa
Sungguh malang nian
Nasib para penghuninya
Ganti untung yang dijanjikan
Masih sekedar janji
Sementara derita yang menimpa
Tak kunjung teratasi
Sungguh malang nasib
Para korban lumpur
Masih adakah ratu adil
Yang bisa dinanti?
Masih adakah nasib baik
Yang bisa diharap?
Semoga Tuhan
Tak lagi menahan
RahmatNya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar