Senin, 30 Maret 2009

PANTUN


Suka Cita
Bunga di taman indah nian
Ditemani banyak kumbang
Besar hati tidak karuan
Menjadi anak banyak disayang

Dilaut banyak ikan
Diudara banyak merpati
Sungguh malang nasib si fulan
Punya anak ditelan bumi

Unta ada dinegri sebrang
Banyak unta di negi arab
Buat apa banyak sembahyang
Kalau tidak punya adab

Burung-burung terbang melayang
jatuh kebawah disamping paku
pura-pura tidak sayang
dalam hati bilang I LOVE YOU

Jarum tajam cepat menancap
Tidak seperti paku biasa
Hati-hati dalam bercakap
Sakit hati orang tidak terasa

SAKARATUL MAUT

Bila nafas telah mendesak
Hingga ke kerongkongan
Betis kiri bertaut dengan betis kanan
Kaki tangan tubuh tegang
Badan sekujur gematar
Mata membelalak sukar dipejamkan
Maka sipakah yang dapat menolongnya?
Itulah sakaratul maut tiba
Tak seorangpun yang mampu
Menyembuhkannya
Walau dokter dan dukun
sekalipun
Berapa banyak harta yang dimilikinya
Serta anak istri yang di cintainya
Semuanya takkan berguna
Bagi dirinya
Melainkan amal jariyah
Ilmu yang bermanfaat
Dan anak sholeh yang mendo'akan
Kepadanya

from My Loving friend

"waktu terasa semakin berlalu. Tinggalkan cerita tentang Qta akan tiada lagi kini tawamu tuk hapuskan semua sepi di hati..."

EVERYTHING NEEDS SACRIFICE



In front of the library, Qima brought a lot of book. Suddenly, Gugus came to, and hit her…
Qima : Oops… I’am sorry… I don’t know you will came.
Gugus : (step a lot of book)
Qima : Hi… what are you doing?...These are important to me!
Gugus : What…..?...You did not see me?...Where are your eyes?
Nikita : Stop it!
You should respect her?
She is a Girl!
Gugus : Let’s go, boy!
Ilman : Ok, with pleasure! Good bye!
Nikita : They are so evil. I don’t believe that!
Yea. I’m sorry to hear that.

In the class, all student have take a rest. And than, the leader meet someone bring the cigarette.
Nikita : Where is it? Give me! You can’t bring it here.
Gugus : What…?
Are you hear someone speak with me, Ilman?
Ilman : What’s…
Nothing?
Nikita : Hey… I’m the leader here! Am I! you must obey me!
Ilman : If we won’t?
Nikita : I’ll report to Miss Poppy!
Ilman : Are you brave?
Nikita : Why not?
Ilman : If you report to miss Poppy Something will happen with your friend!
Qima : I’am brave Nikita!
Nikita : We are brave! I’m always with you Qima!


At the canteen Gugus and Ilman planned something bad to Qima.
Gugus : Silent please! Ok!
Ilman : Ok!

At the teacher’s room. The teacher would give announcement to all of student.
Poppy : Calling to our student Qima please come to the head master’s room after this announcement. Repeat, calling to our student Qima please come to the head master’s room after this announcement.

In the class. The student had English lesson.
Nikita : what’s the matter
Qima : I don’t know? What’s my wrong?

In the head master’s room. The head master was waiting for her with bad face.

Qima : I’am intuding excuse me
Poppy : Ok! Sit down please!
Qima : Thank you miss!
Poppy ; Look at this… ( with give photo to Qima )
Qima : Astagfirullah, Miss, she is not me. I swear, I never do like that.
Poppy : look at again !...She is you!
Qima : Not Miss!
Poppy : Ok! Right now you’re dropped out from this school!
Qima : But miss….
Poppy : Now!

In the field school. Qima had been sad because she would go out from school alone.

Gugus : Qima, wait me please
Qima :Why? You’re not satisfied with me..!I hate you all.
Gugus : Qima I’am sorry…I know, this is my wrong! We… just take a joke with you
Qima : So..
Nikita : Qima why will you go?
Qima : Haven’t you known the head master hard to hear one opinion. Morever I must looking for my mom… my Father’s job in America for one year.
Nikita : Qima don’t leave me please….I know, if you haven’t wrong. But, this my wrong!
Qima : I’am sorry friend. I must leave you!...Give my salam to Ilman. Tell her I’am sorry.
Poppy : Qima don’t go please…Ilman have told me all…I’am sorry, I have many mistakes to you
Qima : Surely miss…Thank you miss
Ilman : I’am sorry !
Qima : No problem that’s my mistake too, and thanks from your sacrifice
Nikita : thanks from your Sacrifice! And, I’am sorry!
Poppy : Ok! From know
LET’S BE FRIEND
Because EVERYTHING NEEDS SACRIFICE.
Remember…! Start tomorrow! Nothing Enemies! Ok
Student : Yes Miss!



The end

YANG TERMASUK MAHRAM (YANG HARAM DINIKAHI)

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ الأَخِ وَبَنَاتُ الأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُم مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللاَّتِي فِي حُجُورِكُم مِّن نِّسَآئِكُمُ اللاَّتِي دَخَلْتُم بِهِنَّ فَإِن لَّمْ تَكُونُواْ دَخَلْتُم بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ وَأَن تَجْمَعُواْ بَيْنَ الأُخْتَيْنِ إَلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللّهَ كَانَ غَفُوراً رَّحِيماً ﴿ النساء,٢٣﴾
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

KAMPUNGKU TERKUBUR LUMPUR

Oleh: Sirah Mustaqimah (XI-Bahasa)




Dulu,
Suasananya begitu damai
Dulu,
Suasananya begitu tenang
Dulu,
Suasananya begitu menyenangkan
Pagi hari,
Anak-anak berjalan riang ke sekolah
Sore hari,
Anak-anak bermain di tepi sungai,
Yang airnya terus mengalir
Damai , indah dan menyenangkan

Kini,
Sejak lumpur lapindo
Memuntahkan isi perutnya
Seluruh kampung terkubur lumpur

Tiada lagi,
Sekolahan tempat belajar
Tiada lagi,
Musalla dan TPQ tempat mengaji
Tiada lagi,
Masjid tempat bersujud
Tida lagi,
Rumah maupun gedung
Tempat bernaung

Semuanya bak lautan
Tenggelam dalam lumpur
Tak sedikitpun yang tersisa

Sungguh malang nian
Nasib para penghuninya
Ganti untung yang dijanjikan
Masih sekedar janji
Sementara derita yang menimpa
Tak kunjung teratasi
Sungguh malang nasib
Para korban lumpur

Masih adakah ratu adil
Yang bisa dinanti?
Masih adakah nasib baik
Yang bisa diharap?
Semoga Tuhan
Tak lagi menahan
RahmatNya

Sabtu, 21 Maret 2009

First

ok! from know lets try and try to be a writer